Pembangunan dan Kesenjangan Sosial

Pembangunan dan Kesenjangan Sosial

Oleh: M.Ridoi

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

  1. Pendahuluan

            Sebagai Perasaan alamiah dan keinginan banyak negara-negara di dunia untuk melakukan tranformasi menuju kemajuan, pembangunan merupakan hal yang sangat krusial untuk dilakukan setiap negara. Istilah dan konsep pembangunan sendiri mulai populer di tahun 1950-1970an. Pembangunan adalah semua proses yang dilakukan melalui upaya-upaya sadar, pembangunan berbentuk proses trnformasi ekonomi, sosial dan budaya dan itu merupakan hal sangat urgen untuk diperjuangkan disemua lini kehidupan manusia. Dari pembangunan akan muncul beberapa pertanyaan lain, yang perlu dijawab, mulai dari nilai-nilai, tehnik-tehnik, serta pilihan-pilihan yang harus diperjelas dalam rangka melakukan pembangunan itu sendiri.

Pembangunan adalah sesuatu yang sarat nilai, Ia tidak hanya tumbuh biasa. Namun lebih dari itu seperti yang dikatakan oleh Gandhi bahwa pembangunan itu “membangun potensi manusia”. Istilah pembangunan identik dengan pertumbuhan, tetapi sesungguhnya pembangunan itu mempunyai nilai lebih dibanding pertumbuhan itu sendiri. Pertumbuhan biasanya masih menimbulkan efek, efek yang tidak menguntungkan dan menimbulkan masalah baru. Ahli dari mikrobiologi menjelaskan bahwa ciri utama dari kanker adalah tumbuh bukan membangun. Dari sini memunculkan perdebatan mengenai “Bagaimana dan dalam keadaan apa suatu bangsa dapat di katakan membangun?”. Hal-hal sperti ini sebenarnya berakar pada perhatian lebih mendalam yakni tentang sebab-sebab yang membuat orang atau rakyat berprilaku terntentu dan tentang tujuan yang tepat dan layak untuk mencapai perubahan.[1] Karena pembanguan tidak bisa berjalan dengan sendirinya, ia membutuhkan komponen-komponen yang antara satu dengan yang lainya saling melengkapi.

Ada beberapa negara yang telah berhasil melakukan gerakan pembangunan dari awalnya berupa negara terbelakang berembrio menjadi negara maju, sebut saja misalnya Kore Selatan, Taiwan, Singapura, dan Malaysia. Negara-negara ini bisa dijadikan percontohan, bagaiman sebuah negara yang telah sukses mengaplikasikan semangat pembangunan itu sendiri, mereka pada awalnya termasuk negara-negara yang terbelakang, namun dengan semangat dan kerja keras semuanya bisa berubah total menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat, yang lazimnya mereka sering disebut sebagai New Industrializing Countries (NIC’s). Negara-negara tersebut betul-betul memberdayakan semua sumber daya yang ada baik di internal maupun eksternal agar mampu kontribusi kemajuan terhadap kemajuan negaranya.[2]

  1. Ekonomi: Sebuah Asal Mula Pembangunan

            Pada awalnya kata pembangunan populer dari istilah pembangunan ekonomi. Hal ini berawal ketika berakhirnya perang duania ke II berakhir, dimana banyak negara-negara dari jeritan klonialisme, yang kemudian memunculkan pikiran banyak negara untuk melakukan pembangunan ekonomi.[3]

Pada dasawarsa 1950 hingga 1960 wacana dan perdebatan masalah pembangunan terus menjadi trending topic yang hangat untuk dibicarakan di kalangan para ekonom, hal ini sangatlah wajar karena dalam ranah ekonomi pembangunan sangatlah dibutuhkan. Kebanyakan para ekonom untuk menuju pertumbuhan menggunakan jalan industrialisasi, masalahnya industrialisasi kerapkali tidak menghasilkan pembangunan yang berkualitas. Akibatnya yang terjadi justru pembangunan ekonomi disatu pihak dan terjadi pemerosotan ekonomi di pihak lain, sehingga terjadi kesenjangan ekonomi antara Si kaya dan Si Miskin. Inilah yang di maksud efek negatif dari pertumbuhan tanpa adanya semangat pembangunan. Harus ada semangat yang beriringan antara semangat untuk tumbuh dan semnagat untuk bangun.

 

 

  1. Memudarnya Negara Pembangunan

            Ada dua momen penting mengapa topik pembangunan menjadi sangat menarik untuk dibahas Pertama kemunculan kembali kelompok kanan yang menerapkan kebijakan neo liberal. Kedua menguatnya arus globalisasi yang ditopang oleh perkembangan kemajuan teknologi informasi yang menjadi ancaman terhadap lunturnya semangat pembangunan. Dengan maraknya paham neo liberal, menimbulkan efek makin memudarnya semangat negara bangsa, sehingga akan mengancam semangat pembangunan tergantikan semangat globalisasi.[4]

  1. Pembangunan Nasional Indonesia

            Pembangunan nasional Indonesia adalah semangat pembangunan yang berlandaskan Pancasila sebagai fondasi dan semangat awal, lebih dari itu diharapkan bagaimana pembangunan yang berjalan nanti hasilnya sesuai dengan ajaran-ajaran yang ada dalam pancasila. Pembangunan ini tidak hanya berupa pembangunan ekonomi, akan tetapi lebih dari itu juga dilakukan pembangunan budaya, politik, sosial dan budaya. Pembangunan ini dilaksanakan sebagai bentuk semangat anak bangsa untuk melakukan gerakan perubahan menuju suatu tata kelola pemerintahan yang bisa memberikan kesejateraan untuk seluruh komponen masyarakat.[5]

  1. Penutup

            Sebagai bangsa yang berdaulat pembangunan merupakan semangat yang harus terus menerus ditularkan kepada seluruh generasi muda. Pembangunan adalah sebuah keniscayaan di segela ruang dan waktu. Hanya ada pilihan bagi kita semua kita harus bangun ataukah kita tergilas oleh pembangunan itu sendiri, oleh karena itu kita perlu memilih apa kita mau bangun ataukah kita tergilas oleh pembangunan itu sendiri. Untuk mencapai goal dari semangat pembangunan tersebut harus ada semangat gotong royong antara semua elemen bangsa. Harus betul-betul memberdayakan sember daya internal dan sumber daya eksternal untuk kemajuan bangsa dan negara tersebut.

 

 

Daftar Pustaka

Winarno, Budi. 2012. Isu-Isu Global Kontemporer. Yogyakarta: CAPS

Briyan, Coralie. 1989. Manajemen Pembangunan. Jakarta: LP3ES

WikiPedia.com

[1] .Coraly Bryant, Manajemen Pembangunan. (Jakarta: LP3ES, 1989) hal. 3

[2] .Budi Winarno, Isu-Isu Global Kontemporer. (Yogyakarta :CAPS, 2012)hal. 77

[3] .Coralie Bryant, Manajemen Pembangunan. (Jakarta : LP3ES, 1989)hal. 6

[4] .Budi Winarno, Isu-isu Global Kontemporer, (Yogyakarta :CAPS, 1989)hal. 80

[5] .Diunduh dari WikiPedia.Com pada tanggal 18 April 2015