Radikalisme=Fundamentalisme

الاعتدال -التطرف
الاعتدال -التطرف

Radikalisme=Fundamentalisme

Oleh:

M.Ridoi

Mahasiswa FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

   Radikalisme kembali menjadi pembicaraan publik pasca tragedi di Paris yang menewaskan banyak korban. Kelompok Islamic State of Irak and Syam (ISIS) mengklaim bertanggung jawab terhadap tragedi ini. ISIS sebagaimana banyak di ketahui publik merupakan kelompok Islam fundamentalis. fundamentalisme menurut etimologi terdiri dari suku kata ‘fundamental’ yang berarti pokok atau dasar dan ‘isme’ yang berarti sebuah paham. Dapat kita pastikan fundamentalisme sebagai sebuah paham yang dalam pola konstruksi berpikirnya dipengaruhi oleh sesuatu yang mendasar dan prinsipil. Istilah fundamentalisme sering dikaitkan dengan sikap ekstrem, kekakuan, kolot, stagnasi, konservatif, dan menolak kemajuan, sehingga banyak orang menghindar dari pendapat istilah tersebut.

Dalam perkembangannya, istilah fundamentalisme sering ditujukan dalam menggambarkan suatu kelompok yang berkaitan dengan agama atau keyakinan tertentu yang mentafsirkan segala sesuatunya menggunakan kitab pedoman maupun asas-asas dasar agama secara harfiah. Istilah fundamentalisme merupakan produk pemikiran Barat yang berawal dari gerakan Kristen Protestan Amerika yang menafsirkan Injil secara literal menolak penakwilan. Ini selaras dengan apa yang dijelaskan oleh Roger Geraudy, yaitu fundamentalisme didefinisikan oleh kamus Larous kecil (1966 M) dengan cara yang umum sekali, yaitu sikap mereka yang menolak menyesuaikan kepercayaan dengan kondisi-kondisi yang baru. Sementara kamus Larous saku (1979 M) hanya menerapkan istilah tersebut bagi kristen katolik, yaitu sikap pemikiran sebagian orang-orang katolik yang membenci untuk menyesuaikan diri dengan kondisi kehidupan modern. Dalam kamus Larous besar (1984 M), tertulis fundamentalisme adalah ‘sikap stagnan dan membeku dalam masalah keyakinan politik. Sementara dalam kamus Larous tahun 1987 M, tertulis “sikap sebagian orang-orang Katolik yang menolak seluruh kemajuan, ketika mereka menisbatkan diri mereka kepada turats (warisan lama). Dikarenakan fundamentalisme selalu berkaitan dengan agama Katolik, selanjutnya istilah ini terkenal dengan sebutan fundamentalisme agama bagi seluruh gerakan fundamentalis di agama-agama.

Billing dan Scott berpendapat bahwa kemunculan fundamentalisme agama telah membatalkan tesis sekularisasi dalam teori modernisasi. Fundamentalisme adalah fakta global yang muncul pada semua kepercayaan sebagai tanggapan pada masalah modernisasi. Ada Judaisme fundamentalis, Kristen fundamentalis, Hindu fundamentalis , Sikh fundamentalis dan bahkan Konfusianisme fundamentalis. Amstrong mengatakan bahwa gerakan fundamentalis tidak muncul begitu saja sebagai respons spontan terhadap datangnya modernisasi yang dianggap sudah keluar terlalu jauh. Semua orang religius berusaha mereformasi tradisi mereka dan memadukannya dengan budaya modern , seperti dilakukan pembaharu Muslim. Ketika cara-cara moderat dianggap tidak membantu, beberapa orang menggunakan metode yang lebih ekstrem dan saat itulah gerakan fundamentalis lahir.

Perlu ada upaya serius dari beberapa pihak untuk membendung gerakan radikalisme, tidak hanya pemerintah yang mempunyai tanggung jawab, tetapi juga seluruh komponen masyarakat termasuk para pemuka agama punya tanggung jawab untuk memberikan pemahaman yang benar terhadap agamanya. Tidak hanya Islam dalam hal ini, tetapi juga agama-agama lain. Karena dalam catatan sejarah semua agama pernah melahirkan benih-benih paham radikalisme ini. Wallahu a’lam bisshawab.