Jenis-Jenis I’rab (Perubahan) Isim dan Fi’il

1536707_672268062825444_1111748769_nSetelah kemaren kita mengkaji tentang harf dan klasifikasinya, maka sekarang kita akan masuk kepada bahasan jenis-jenis perubahan (i’rab) yang terjadi pada kalimat Isim dan Fiil. Hal ini sebagaimana yang diisyaratkan oleh Syekh Ibn Malik dalam bait berikut :

وَالْرَّفْعَ وَالْنَّصْبَ اجْعَلَنْ إعْرَابَا لاسْمٍ وَفِعْلٍ نَحْوُ لَنْ أَهَابَا

Jadikanlah rafak dan nasab sebagai alamat i’rab bagi isim dan fiil seperti pada lafadz lan ahaba (saya tidak takut).

وَالاسْمُ قَدْ خُصِّصَ بِالْجَرِّ كَمَا قَدْ خُصِّصَ الْفِعْلُ بِأَنْ يَنْجَزِمَا

Alamat jar khusus untuk isim sebagaimana alamat jazam khusus bagi fiil.

فَارْفَعْ بِضَمَ وَانْصِبَنْ فَتْحَاً وَجُرْ كَسْرَاً كَذِكْرُ اللَّهِ عَبْدَهُ يَسُرْ

Rafakkanlah dengan harkat dommah dan nasabkanlah dengan harkat fatah serta jarkanlah dengan harkat kasrah seperti pada lafadz zikrullahi ‘abdahu yasur (pujian Allah terhadap hamba-Nya itu menggembirakan).

وَاجْزِمْ بِتَسْكِيْنٍ وَغَيْرُ مَا ذُكِرْ يَنُوْبُ نَحْوُ جَا أَخْو بَنِي نَمِرْ

Jazamkanlah dengan sukun dan selain yang telah disebutkan ada penggantinya seperti lafadz jaa akhu bani namir (telah datang saudara laki-laki Bani Namir).

Dalam bait di atas Ibn Malik menjelaskan bahwa i’rab (perubahan) yang terjadi pada isim dan fiil yang mu’rab ada empat, yaitu i’rab rafak, nasab, khafad, dan jazam. Tiga di antaranya terjadi pada isim yaitu rafak, nasab, dan khafad. Dan tiga yang lain terjadi pada fiil yaitu rafak, nasab, dan jazam.

Contoh i’rab yang terjadi pada isim adalah seperti perubahan yang terjadi pada kata بَكْرٌ dalam rangkaian kalimat berikut جَاءَ بَكْرٌ (Bakr telah datang) ketika rafak, رَأَيْتُ بَكْرًا (saya melihat si Bakr) ketika nasab, dan مَرَرْتُ بِبَكْرٍ (saya bertemu dengan si Bakr) ketika jar.

Contoh i’rab yang terjadi pada fiil adalah seperti perubahan yang terjadi pada kata يَضْرِبُ dalam rangkaian kalimat berikut يَضْرِبُ بَكْرٌ الْكَلْبَ (Bakr sedang memukul anjing) ketika rafak, لَنْ يَضْرِبَ بَكْرٌ الْكَلْبَ (Bakr tidak akan memukul anjing) ketika nasab, dan لَمْ يَضْرِبْ بَكْرٌ الْكَلْبَ (Bakr belum memukul anjing) ketika jazam.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa i’rab rafak dan nasab terjadi pada kalimat isim dan fiil. Sedangkan i’rab jar hanya terjadi pada kalimat isim sebagaimana i’rab jazam hanya terjadi pada kalimat fiil sebagaimana yang sudah kita klasifikasikan di atas.

Kemudian, masing-masing dari i’rab yang empat (rafak, nasab, khafad, dan jazam) mempunyai tanda asal dan tanda cabang. Tanda asal untuk i’rab rafak adalah dommah, untuk nasab adalah fatah, untuk jar adalah kasrah, dan untuk jazam adalah sukun sebagaimana yang terdapat dalam contoh-contoh di atas.

Sedangkan tanda cabang untuk rafak ada tiga, yaitu waw, alif, dan nun. Tanda cabang untuk nasab ada empat yaitu alif, kasrah, ya, dan hazf nun. Tanda cabang untuk jar ada dua yaitu ya dan fatah. Dan tanda cabang untuk i’rab jazam ada satu yaitu hazf (baik hazf nun ataupun hazf huruf ilat).

Penjelasan terkait tanda asal dan tanda cabang untuk masing-masing i’rab di atas akan dijelaskan oleh Ibn Malik pada bait-bait setelah ini. Cuma di akhir bait keempat dalam tulisan ini, Ibn Malik sempat mencontohkan satu di antara tanda cabang yang terjadi pada isim yang enam yaitu جَاءَ أَخُوْ بَنِيْ نَمِرَ (telah datang saudara laki-laki Bani Namir).

Pada contoh tersebut terlihat bahwa huruf waw pada lafadz أَخُوْ merupakan ganti dari harkat dommah ketika rafak. Huruf ya pada lafadz بَنِيْ merupakan ganti dari harkat kasrah ketika jar, dan seterusnya sebagaimana yang insyaAllah akan dijelaskan secara detail pada bait-baik setelah ini. Allahu A’lam

Ditulis oleh Yunal Isra

Peneliti dan Tutor U’L CEE Institute